Guys…..

Kita tentu telah mengetahui kata-kata bijak berikut ini:

“Menjadi tua itu pasti, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan”

Kita semua pasti sudah mengetahui makna dari kata-kata itu, bahwa masa tua itu pasti akan datang, tetapi bagaimana dengan menjadi dewasa? Menjadi dewasa tidak datang dengan sendirinya, kita harus menciptakannya atas dasar kesadaran diri dan kemauan untuk menjadi dewasa. Artinya kita harus belajar untuk menjadi dewasa. Dan tentu saja kita bisa belajar dan pengalaman-pengalaman dalam kehidupan kita sebagai materi pembelajaran menuju kepribadian yang matang. Dari cara kita menyikapi setiap masalah yang sedang kita hadapi atau mengambil hikmah dari masalah orang lain.

Kepribadian yang matang dan dewasa merupakan ukuran untuk perkembangan kepribadian yang sehat yang merupakan label yang positif bagi orang yang dianggap telah mencapainya.

Dewasa banyak diartikan secara berbeda-beda oleh setiap orang. Hal ini karena dilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang membentuk kepribadiannya, keluarga, pendidikan, lingkungan dan wawasan. Ada yang mengartikan bahwa dewasa adalah saat kita menjadi lebih sabar, tidak berlebihan dalama mengekspresikan emosi (tepat dalam mengekspresikan emosi), pandai mengelola hubungan dengan orang lain juga mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah dengan bijakasana, entah itu dalam keluarga, hubungan intrapersonal, pekerjaan dan lainnya.

Bagaimana dengan kamu? Apa arti dewasa menurutmu? Dan bagaimana usahamu untuk menjadi pribadi yang matang dan dewasa?

Kita berbagi pengalaman agar bisa saling mengambil hikmahnya.

sebagai referensi tambahan…

Ciri khas dewasa diawali dengan Diam Aktif
yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari.
Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ; komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton .

Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati.
Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan semakin bijak. Percaya deh tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan dan mementingkan perasaannya sendiri.

Orang yang dewasa, selalu hati-hati dalam bertindak.
Orang yang dewasa benar-benar berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata. Orang yang bersikap atau memiliki kepribadian dewasa dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

Ciri lain adalah sabar,
dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,mantap dan stabil.
seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab. Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab.